BANDUNG � Washington, CNN Indonesia -- Serangan teroris di Paris tampaknya akan memicu reaksi militer global terhadap ISIS, setelah aksi serangan udara pimpinan AS selama lebih dari satu setengah tahun gagal mengendalikan kelompok yang sekarang terbukti menjadi ancaman dunia.
Amerika Serikat, yang sejak lama dituding mengambil pendekatan bertahap melawan ISIS, kini mendapat tekanan politik di dalam dan di luar negeri untuk bertindak lebih jauh. Akibatnya, negara ini diperkirakan akan mempelajari upaya meningkatkan kampanye melawan ISIS, termasuk menambah serangan udara.
Para pejabat AS mengatakan negaranya terutama akan meminta sekutu Eropa dan Arab untuk meningkatkan partisipasi militer dalam perang di Irak dan Suriah.
Namun, belum jelas apakah Paris dan Washington akan bersedia memperluas cakupan keterlibatan militer mereka secara radikal, mengingat ada keengganan mendalam untuk terlibat dalam perang di darat di wilayah Timur Tengah.
Tetapi Presiden Barack Obama dalam beberapa bulan terakhir telah mengemukakan komitmen lebih pada pertempuran ini, sementara anggota Kongres dan para pakar terorisme akan memandang serangan di Paris sebagai faktor yang memperkuat argumentasi mereka agar ada penambahan kekuatan militer.
GAUNG NTB